Syarat di terimanya amal

Di antara syarat diterimanya amal shalih adalah bersih dari riya’ dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain, maka dia telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik kecil dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya, shalat agar dilihat oleh orang lain.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (an Nisa’: 142)

Demikian juga, jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain, maka ia termasuk syirik kecil. Rasulullah salallahu’alaihi wa sallam memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhu: “Barangsiapa melakukan perbuatan sum’ah niscaya Allah akan memperdengarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan riya’ (perbuatan riya’ adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan cara tertentu supaya diliat orang lain dan dipujinya. Misalnya, seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya, tatkala mengetahui ada orang yang melihat dan memperhatikannya), niscaya Allah akan memperlihatkan aibnya.” [Hadits riwayat Muslim, 4/2289]

Barangsiapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Allah, maka amalannya menjadi sia-sia belaka. Seperti disebutkan dalam hadits qudsi,

“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaku, niscaya aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya.” [Hadits riwayat Muslim no. 2985]

Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terbetik dalam hatinya perasaan riya’, tetapi ia membenci perasaan tersebut, berusaha melawan dan menyingkirkannya, maka amalannya tetap sah.

Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya’, maka menurut sebagian besar ulama amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.

Sumber : “Dosa-dosa yang Dianggap Biasa”, hlm. 26 Penerbit Darul Haq

Komentar bertahan »

Mengapa buka paling utama dengan kurma

:oops:

Manfaat Buah Kurma Menurut Sudut Pandang Medis Modern

MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERN

Oleh

Abu Zubair Zaki Rahmawan

Berikut ini akan kami paparkan sebagian dari manfaat dan khasiat kurma ditinjau dari sudut pandang medis modern yang sekaligus menguatkan khabar Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah tentang khasiat dan keutamaan kurma.

[1]. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Menyelesaikan Masalah Dengan Istighfar…

Menyelesaikan Masalah Dengan Istighfar…

Suatu saat 4 orang laki-laki datang kepada Hasan Al Basri secara bergantian dengan masalahnya sendiri-sendiri :

Orang Pertama datang mengadukan kekeringan yang melanda karena hujan tidak turun dari langit; Hasan Basri memberi nasihat kepada orang tersebut untuk beristigfar.

Orang Kedua datang mengadukan kemiskinan yang dideritanya; Hasan Basri-pun memberi nasihat kepada orang kedua ini untuk beristigfar.

Orang Ketiga datang mengadu karena istrinya mandul – tidak memiliki keturunan ; lagi-lagi Hasan Basri memberi nasihat kepada orang ketiga ini-pun untuk beristigfar.

Orang Keempat datang mengeluhkan kebunnya yang gersang – tidak dapat menumbuhkan tanaman ; yang terakhir inipun diberi nasihat untuk beristigfar.

Maka penasaran-lah orang yang hadir menyaksikan Hasan Basri memberi solusi yang sama untuk berbagai permasalahan yang berbeda; berkata mereka “ Kamu ini aneh Hasan Basri, semua orang yang datang, meskipun problemnya berbeda-beda solusi yang kamu berikan sama yaitu Istigfar ?.”

Hasan Basri menjawab : “Apakah kamu tidak membaca Firman Allah Ta’ala berikut”. Yang dibacanya adalah Surat Nuh Ayat 10 -12 yang artinya :

“Maka aku berkata “Mohonlah ampunan kepada tuhanmu sesungguhnya dia maha pengampun ;Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit ; Dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu; dan mengadakan kebuin-kebuh untukmu; dan mengadakan sungai-sungai untukmu “. (QS Nuh 10 – 12)

Subhanallahu, betapa mudahnya memecahkan masalah .

Komentar dimatikan

Pandangan Islam dalam hubungan laki laki dan perempuan

Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:

1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis

Allah berfirman yang artinya,

“Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)

2. Tidak berdua-duaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak menyentuh lawan jenis

Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

“Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari).

Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)

Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.

sumber muslim.or.id

Komentar (3) »

Sedikit saja riya , rusaklah amal mu

Di antara syarat diterimanya amal shalih adalah bersih dari riya’ dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain, maka dia telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik kecil dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya, shalat agar dilihat oleh orang lain.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (an Nisa’: 142)
Demikian juga, jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain, maka ia termasuk syirik kecil. Rasulullah salallahu’alaihi wa sallam memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhu: “Barangsiapa melakukan perbuatan sum’ah niscaya Allah akan memperdengarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan riya’ (perbuatan riya’ adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan cara tertentu supaya diliat orang lain dan dipujinya. Misalnya, seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya, tatkala mengetahui ada orang yang melihat dan memperhatikannya), niscaya Allah akan memperlihatkan aibnya.” [Hadits riwayat Muslim, 4/2289]

Barangsiapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Allah, maka amalannya menjadi sia-sia belaka. Seperti disebutkan dalam hadits qudsi,

“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaku, niscaya aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya.” [Hadits riwayat Muslim no. 2985]

Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terbetik dalam hatinya perasaan riya’, tetapi ia membenci perasaan tersebut, berusaha melawan dan menyingkirkannya, maka amalannya tetap sah.
Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya’, maka menurut sebagian besar ulama amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.

Sumber : “Dosa-dosa yang Dianggap Biasa”, hlm. 26 Penerbit Darul Haq

Komentar bertahan »

Janganlah futur wahai penuntut ilmu

Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1. Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.
2. Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.
3. Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit. [1]
Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Di antara sebab-sebab itu adalah.

Hilangnya keikhlasan.
Lemahnya ilmu syar’i.
Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.
Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
Lemahnya iman.
Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
Lemahnya pendidikan. [Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal 'Ilaaj (hal. 43-71)]

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.

Di antara obat penyakit futur adalah.

Memperbaharui keimanan. Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.
Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.
Ikhlas dan takwa.
Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).
Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
Mencari teman yang baik (shalih).
Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
Sabar dan belajar untuk sabar.
Berdo’a dan memohon pertologan Allah. [Ibid (hal. 88-119) dengan diringkas]

sumber : almanhaj.or.id

Komentar bertahan »

Petunjuk Nabi dalam mengobati demam

PETUNJUK NABI DALAM MENGOBATI DEMAM oleh : Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah Temuat didalam Ash-Shahain, dari nafi’, dari ‘Umar, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata:”Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air”. Hadits ini menimbulkan banyak masalah bagi dokter yang bodoh, yang memandangnya sabagai peniadaan pengobatan bagi penyakit demam dan pencegahannya. Kami akan menjelaskan -dengan daya dan kekuatan Allah- segi dan maknanya. Maka kami katakan: Seruan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam ada dua macam: yang umum bagi penduduk bumi dan yang khusus bagi sebagian mereka. Yang pertama misalnya seruan baliau pada umumnya. Dan yang kedua seperti ucapan beliau:”Janganlah kamu menghadap kiblat dengan tahi dan air kencing. Dan jangan pula kamu membelakanginya; akan tetapi menghadaplahh ke timur atau ke barat”. Ini bukanlah seruan kepada penduduk timur atau penduduk barat, juga bukan penduduk Irak. Tetapi ia adalah seruan kepada pendudukk Madinah dan kawasan yang serupa dengannya seperti syiria dan yang lain. Juga ucapan baliau: “Apa yang ada diantara timur dan barat adalah kiblat”. Apabila yang demikian diketahui, maka seruan beliau didalam hadits ini adalah khusus bagi penduduk Hijaz dan siapa yang ada di sekitar mereka, sebab kebanyakan demam yang menyerang mereka dari jenis demam matahari dan aksidental yang terjadi karena terik sinar matahari. Dan ini dapat diatasi dengan air yang dingin, baik minum atau pun mandi. Sebab demam adalah panas aneh yang menyala di dalam hati dan tersebar darinya melalui –ruh dan darah di dalam urat nadi dan pembuluh darah– ke seluruh tubuh; sehingga nyala ia di dalamnya dengan nyala yang membahayakan perbuatan-perbuatan yang alamiah. Demam terbagi menjadi dua bagian: demam aksidental yang terjadi karena humor, gerakan tubuh, sengatan terik matahari, sengatan panas yang amat sangat atau yang serupa dengan itu; dan demam penyakit, yang terbagi menjadi tiga macam. Ia tidak berada kecuali pada meteri yang pertama, kemudian darinya panaslah seluruh tubuh. Apabila asalnya berhubungan dengan darah, maka ia dinamakan dengan demam –sehari. Dan apabila asalnya berhubungan dengan humor [Humor = salah satu cairan tubuh yang dulu dianggap menentukan kesehatan dan watak seseorang. Empat humor yang pertama adalah darah, lendir (phlegma), ciran empedu dan melancholy (black bile) peny.], maka ia dinamakan demam putrescent (keadaan yang sangat tidak enak), yang terbagi menjadi empat macam: bilious (kuning (penyakit hati atau empedu) penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pada empedu), melanchoniac (ketidakteraturan fungsi mental, yang dicirikan oleh depresi berat pada semangat dan tindakan, berpikir suram dan ketakutan yang sering diiringi hayalan (delusi) yang jelas), phlegmi (lendir(cairan) dalam tubuh yang membuat orang malas) dan sanguinary (berkulit wajah merah yang sangat periang dan bersemangat). Apabila asalnya berhubungann dengan organ utama yang keras, maka ia dinamakan demam hectic (penyakit yang menyebabkan TBC atau penyakit yang berakibat sejenisnya yang ditandai oleh pipi yang merah, dan kulit yang kering dan kuning). Dan bagian ini pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Demam kadang besar gunanya bagi badan melebihi pengobatan, seringkali demam-sehari dan demam putrescent menjadi penyebab kematangan bagi materi yang kasar, yang tidak akan matang kecuali dengan demam, dan menjadi penyebab bagi keterbukaan penyumbatan yang tidak dapat dicapai oleh obat-obatan pembukaan penyumbatan. Demam juga menyembuhkan dengan cepat dan menakjubkan kebanyakan jenis penyakit mata yang baru dan yang lama, di samping kelumpuhan sebelah badan, kelumpuhn muka, kekejangan yang penuh dan banyak penyakit yang disebabkan oleh keletihan yang berat. Beberapa orang dokter yang berjasa menceritakan kepadaku bahwa banyak penyakit yang kita akan beruntung karena demamnya, sebagai mana orang sakit yang merasa beruntung karena kesembuhan; sebab demam akan lebih bermanfaat baginya dari pada minum obat. Demam mematahkan humor dan materi yang rusak yang membahayakan tubuh. Apabila demam mematangkannya, maka ia akan dikurangi dengan pengobatan; sehingga demampun akan menyebabkan kesembuhan. Mungkin hadits di atas menunjukkan demam aksidental yang dapat dihilangkan dengan berbenam di dalam air sedingin es. Dengan demikian penderita tidak memerlukan pengobatan lain, sebab demam hanyalah kondisi panas yang berhubungan dengan darah, sehingga untuk menghilangkannya cukup hanya dengan kondisi dingin yang menenangkan dan memadamkan nyalanya, tanpa diperlukan pengosongan materi atau menunggu kematangann. Mungkin pula hadits di atas meliputi semua jenis demam. Galileo, dokter yang termashur, mengakui bahwa air dingin bermanfaat bagi demam. Dia menyatakan di dalam artikel yang kesepuluh dari kitabnya The access to healing:”Jika seorang lelaki muda yang baikingatan dan sehat, tidak menderita tumor pada sisi perutnya, mandi dengan air dingin pada waktu kepanasan, demam yang sangat atau berenang di dalamnya, akan bermannfaat baginya”. Dan katanya:”Dan kami memerintahkan yang demikian itu dengan tanpa ragu-ragu”. Berkat Ar-Razi di dalam kitabnya yang besar:”Apabila tenaga kuat, demam tajam sekali dan kematangan nyata tanpa tumor di dalam perut dan tanpa burut, maka meminum air dingin akan memberi manfaat. Dan jika seseorang yang sakit itu gemuk, periodenya panas dan dia terbiasa menggunakan air dingin dari luar, maka yang demikian dibolehkan”. Ucapan beliau “demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam” barati sangat tajam dan kuat. Ini sama dengan ucapan beliau “Panas yang sangat itu sebagian dari aroma neraka jahannam”. Ini mengandung dua aspek: Merupakan contoh yang diambil dari neraka untuk menunjuki hamba-hamba Allah sehingga mereka mau belajar darinya. Kemudian Allah telah menentukan kejadiannya karena sebab-sebab yang menuntutnya. Sebaagaimana pula bahw ruh, kegembiraan kesengan dan kenikmatan adlah sebagaian dari kenikmaran surga. Allah memunculkan di bumi ini sebagai suatu pelajaran dan petunjuk, dan dia telah menentukan pula kejadiannya dengan sebab-sebab yang menuntutnya. Yang dimaksud hadits itu mungkin tasybih (perbandingan). Beliau juga membandingkan demam yang sangat dan akut dengan aroma neraka sebagai peringatan bagi jiwa dan sangat pedihnya azab neraka. Bahwa panas yang besar ini diserupakan dengan aromanya, yang akan menimpa siapa yang akan berdekatan dengannya karena panasnya yang sangat. Al-Hamassi mengatakan: Jika api cinta menyala di hatiku; Aku dekati kantong air untuk mendinginkannya; Jika air dapat mendinginkan bagian luar; Maka apakah yang dapat mendinginkan bagian dalamnya? Ucapan beliau “dengan air”; di dalamnya ada dua pendapat. Petama, bahwa ia adalah semua air; dan itulah yang benar. Kedua, bahwa ia adalah air zam-zam. Para pendukung pendapat ini berhujjah dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukari di dalam shahihnya, dari Abu Jamrah Nashr ibnu ‘Imran Adh-Dhuba’i: dia berkata: ketika aku duduk bersama ibnu Abbas di Makkah, aku terserang demam. Maka dia mengatakan:”Dinginkanlah ia dengann air, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan:’Sesungguhnya demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air’;atau beliau mengatakan:’dengan air zam-zam”. Perawi hadits ini meragukannya. Seandainya dia memastikannya, tentulah itu merupakan perintah kepada penduduk Makkah untuk menggunakan air zam-zam karena zam-zam leluasa bagi mereka, dan perintah kepada selain mereka untuk menggunakan air yang ada pada mereka. Kemudian orang yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah air pada umumnya, berbeda pendapat: Apakah yang dimaksudkan adalah bersedekah dengan air, karena sulit diterima akalnya menggunakan air dingin bagi penyakit demam dan kurang memahami maknanya. Padahal ucapan beliau mengandung aspek yang positif, yaitu balasan terhadap jenis amal. Maka sebagaimana nyala haus bagi orang yang kehausan dipadamkan dengan air yang dingin, Allah pun memadamkan nyala demam dari sebagai balasan yang setimpal. Ini diambil dari pemahaman hadits dan isyaratnya. Adapun yang dimaksud dengannya adalah penggunaan air. Abu Nu’aim dan yang lain menyebutkan kata-kata ini dari Anas, dan dimarfu’kan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang diantara kamu terserang demam, maka hendaklah dicipratkan kepadanya air selama tiga malam sebelum waktu sahur”. Termuat didalam sunan ibnu Majah, dari Abu Hurairah yang dimarfu’kan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam:”Demam adalah bagian dari hembusan neraka jahannam, maka jauhkanlah ia darimu dengan air dingin”. Termuat di dalam Al-Musnad dan yang lainnya, Dari Hadits Al-Hasan, dan dari Samurah yang dimarfu’kan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam:”Demam adalah potongan dari neraka maka dinginkanlah ia dengan air dingin”. Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam apabila menderita demam, beliau meminta didatangkan kantong air, lalu beliau menyiramkan di kepala beliau lalu beliau mandi. Termuat di dalam as-Sunan, dari Hadits Abu Hurairah, dia berkata: “Penyakit demam disebutkan di samping rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu seorang lelaki mencelanya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam: “Janganlah engkau mencelanya, sebab ia menghapuskan dosa-dosa sebagai mana api menghilangkan karat besi”. Oleh karena demam diikuti oleh pencegahan makanan yang tidak bermutu dan harus memakan makanan dan obat yang bermanfaat -yang padanya terdapat bantuan pemurnian bagi badan, penghilangann kotoran dan sisa-sisanya, pembersihan dari materi-materi yang tidak bermutu; demam berlaku pada badan seperti api berlaku pada badan seperti api berlaku pada besi dalam menghilangkan karatnya dan membersihkan esensinya, yang sangat serupa dengan api ububan yang membersihkan esensi besi. Fakta inilah yang dimaklumi oleh dokter-dokter badan. Adapun pembersihan demam terhadap hati dari kotoran dan dakinya serta pengeluaran kandungan – kandungnnya yang tidak bermutu; adalah merupakan urusan yang hanya diketahui dan ditemukan oleh dokter-dokter hati, sebagai mana diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi apabila penyakit hati telah mencapai pada tingkatan yang tidak ada harapan lagi untuk disembuhkan, maka pengobatan seperti ini tidak akan bermanfaat baginya. Demam bermanfaat bagi badan dan hati. Adalah tindak kezaliman dan permusuhan yang mencela penyakit seperti ini. Pada suatu kali ketika aku menderita suatu demam, aku ingat ucapan sebagian penyair yang mencelanya: Penghapus dosa mengunjungiku dan mengucapkan selamat tinggal; Celakalah si pengunjung dan si pengucapnya; Ia mengatakan ketika hendak pergi; Apa maumu? Ku jawab: Jangan kembali lagi! Aku katakan: Celakalah dia karena mencela apa yang dilarang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mencelanya. Seandainya dia mengatakan: Penghapus dosa mengunjungi pujaannya; Selamat datang bagi pengunjung dan pengembara; Ia mengatakan ketika hendak pergi; Apa maumu ? Aku jawab: Janganlah pergi! Akan lebih baik lagi jika ia mengatakan: Dan aku benar-benar menjauh darinya. Maka ia pun demam, segera menjauh dariku. Telah diriwayatkan dalam satu atsar, yang tidak aku ketahui hal ihwalnya:”Demam sehari adalah kaffarah setahun”. Dalam hal ini ada dua pendapat: Demam yang memasuki setiap anggota dan ruas tubuh, yang jumlahnya tiga ratus enam puluh ruas, untuk menghapuskan dosa-dosa hari ini sesuai dengan jumlah ruas. Demam memberikan pengaruh kepada badan yang tidak hilang secara keseluruhan dalam setahun, seperti dikatakan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: “Barang siapa yang meminum khamr, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”. Ini berarti bekas khamr akan tetap berada dalam perut hamba Allah, Uratnya dan anggota badannya selama empat puluh hari. Wallahua’lam. Berkata Abu Hurairah: “Tidak ada satu penyakitpun yang menimpaku, yang lebih aku sukai , selain demam; karena ia masuk ke dalam setiap anggota badanku dan Allah Ta’ala memberikan kepada setiap anggota bagian pahalanya”. At-Tarmidzi meriwayatkan di dalam Al-jami’nya, dari hadits ibnu Rafi’ ibnu Khadij, yang dimarfu’kan kepada Nabi: “Apabila salah seorang diantara kamu ditimpa demam, dan demam adalah sepotong dari neraka, maka hendaklah ia memadamkannya dengan air yang dingin dan hendaklah ia menghadap ke sungai yang mengalir. Hendaklah ia menghadap ke air yang mengalir sesudah terbit fajar dan sebelum terbit matahari. Dan hendaklah ia mengucapkan: “Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sembuhkanlah hambamu dan teguhkanlah rasulmu. Dan hendaklah ia berbenam di dalamnya tiga kali selama tiga hari. Dan jika tidak sembuh berbenam lima kali, maka ia harus berbenam tujuh kali. Sebab kesembuhannya tidak akan tujuh hari, atas izin Allah“. Aku katakan: Perbuatannya ini akan bermanfaat bagi dirinya, pada musim panas di musim-musim yang panas, xsesuai dengan syarat-syarat terdahulu. Sebab air pada waktu itu dalam keadaannya yang paling dingin karena jauhnya dari sentuhan sinar matahari dan kekuatan cukup banyak pada waktu itu karena, sebagaimana pula tidur, ketenangan dan dinginnya udarapun bermanfaat baginya. Maka terkumpullah tenaga dari kekuatan-kekuatan dan tenaga obat-obatan – yakni ait yang dingin – dalam menghadapi panas dari demam aksidental atau demam tertian, yang tanpa tumor atau gejala-gejala yang membahayakan atau materi-materi yang rusak, sehingga yang demikian pun akan menyembuhkannya atas izin Allah, terutama pada salah satu hari yang disebutkan di dalam hadits; yaitu pada hari-hari yang di dalamnya kebanyakan penyakit yang akut terjadi, terutama di negeri-negeri yang telah disebutkan itu karena sensitivitas humor penduduknya dan kecepatn mereka terpengaruh obat-obatan yang bermanfaat. Dinukil dari Kitab Thibbun Nabawi (Ibnul Qayyim), terj. Metode Pengobatan Nabi, Griya Ilmu, pent. Al-Ustadz Abu Umar Basyir.

Komentar (2) »

Tidur sianglah …..

Tidur sianglah barang sejenak, karena di dalam nawm al qoylullah terkandung manfaat yang besar.Yang membedakan manusia dan syetan adalah nawm al qoylullah ini, karena syetan tidak pernah siang.  berikut kami sampaikan ala medis Barokallohu fiik Oleh: Dr.Handrawan Nadesul, Dokter Umum a.. Jangan abaikan tidur siang. Tidur siang paling sedikit setengah jam, atau lebih bagus lagi bisa satu jam, terbukti meningkatkan produktivitas kerja, kesiapsiagaan tubuh, dan memulihkan mood, seperti diungkap Survey National Sleep Foundation, Washington DC baru-baru ini. Lebih 60 persen orang dewasa di Amerika tidak tidur siang, dan mereka mengalami rasa mengantuk selama bekerja. Ongkos kehilangan produktivitas kerja yang harus dibayar akibat tidak tidur siang mencapai 18 milliar dolar AS setiap tahunnya. Berbeda dengan di kebanyakan negara di Eropa, Spanyol khususnya, mereka rata-rata menyisihkan waktu untuk tidur siang. Banyak toko tutup siang hari barang beberapa jam, sebagaimana di kota-kota kecil di Jawa Tengah. Dan ternyata ada manfaatnya. Studi yang dilakukan oleh Circadian Technologies of Lexington, Mass. AS, membuktikan hasil yang sama dalam hal manfaat tidur siang. Namun mereka menyayangkan lebih separo perusahaan di AS yang tidak setuju karyawannya memperoleh tidur siang, bahkan menegur, atau memecatnya. Studi Harvard membuktikan, dibanding pekerja yang diberi tidur siang sedikitnya setengah jam, para pekerja yang tidak tidur siang terbukti laju pekerjaannya lebih lamban dibanding yang mendapat tidur siang. Terlebih untuk jenis pekerjaan yang memerlukan konsentrasi. Harus diakui bahwa tidur soal penting dalam kehidupan. Selama tidur semua fungsi organ tubuh cenderung melamban, pada saat itu sel dan jaringan yang aus dan rusak dipulihkan. Buat bisa mencapai panjang umur, durasi tidur harian seseorang ikut menentukan. Tubuh memerlukan kecukupan waktu tidur. Orang yang cukup tidur, dan tidurnya teratur, serta betul-betul tidur, lebih besar kemungkinan umur panjang dibanding yang tidak cukup tidur. Masuk akal jika tidur siang juga memberi tambahan bonus itu. Kalau Bisa Lelaplah Setengah Jam a.. Berbicara soal tidur, tentu tidak selalu sederhana urusannya untuk semua orang. Ada orang yang tidak selalu mudah tidur kapan saja di mana saja. Insomnia sejak muda bukan kasus langka. Sungguh beruntung orang yang tanpa harus ketemu bantal saja bisa tidur, di mana saja, dan lelap pula. Jadi memang secara teknis, tak selalu mungkin orang terkondisikan untuk selalu bisa tidur siang, terlebih di kantor, lantaran sudah pasti tak mungkin kalau harus pulang dulu hanya untuk tidur siang. Perlu dikondisikan agar semua karyawan bisa terlena sejenak di kantor. Buat kelompok yang gampang tidur bisa memanfaatkan waktu sependek apa pun, mungkin ketika di ruang tunggu, di bus, atau di meja kerja sekalipun. Namun tidak demikian buat yang kalau tidur perlu suasana khusus, dan tidak bisa tidur kalau bukan di kamar sendiri. Bukan karena lamanya tidur, tidur seseorang dikatakan berkualitas. Kualitas tidur ditentukan pula terlebih apakah kedalaman tidur tercapai. Orang cukup jeda tidur siang setengah jam jika sependek itu benar-benar penuh lelap tertidur. Artinya fase tidur REM (Rapid Eye Movement), sama bagus dan seimbangnya dengan fase tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement). Tidur yang tanpa keseimbangan kedua fase tidur itu bukan tergolong tidur berkualitas. Kendati tidurnya lama, belum tentu orang merasa sudah cukup tidur. Sehabis bangun tidur, mungkin tidak merasa bugar. Artinya kualitas tidurnya memang rendah. Jika kualitas tidur rendah, orang jadi uring-uringan selama masa terjaga, mudah tersinggung, nafsu makan menurun, konsentrasi terganggu, dan seks meningkat. Jika tidur siang pun tak berkualitas mungkin kurang ada manfaatnya. Bagi anak-anak yang masih bertumbuh, mereka membutuhkan tidur siang lebih banyak dibanding orang dewasa. Tidur siang bagi anak-anak membantu memacu tinggi badan, oleh karena selama tidur (siang) pengeluaran hormon pertumbuhan (Growth Hormone) terpacu pula, sehingga anak berpeluang untuk bertambah tinggi. Sebaliknya anak yang main sepanjang hari tanpa tidur siang, umumnya tinggi badannya tidak bertumbuh mencapai puncak optimalnya. Jangan heran kalau kebanyakan orang dewasa kota besar zaman sekarang, sosok karir, pekerja kantoran, juga ada kebiasaan tidak resmi bobo-bobo siang yang dilakukan sesudah makan siang atau dijuluki BAL (Bobo After Lunch). Namun tentu jenis tidur begini tidak boleh digolongkan sebagai tidur betulan, oleh karena memang cuma bobo-boboan, main bal-balan, entah dengan siapa, tak jelas di kamar mana dan punya siapa pula

Komentar bertahan »