Beberapa hari ini (setelah pulang dari safar yang memakan waktu 2 hari) ana terserang penyakit batuk. Subhanalloh, ternyata penyakit batuk ini telah membuat ana sedikit kebingungan, soalnya kalo malem susah banget untuk tidur.
Ada apa sih sebenernya dengan penyakit yang satu ini ?
Keingintahuan tentang penyakit yang satu ini, ana melakukan perjalanan lagi di internet, melewati beberapa blog-blog temen. dan akhiernya terkumpul beberapa masukan tentang penyakit yang Alloh berikan ini.
Uhuk, …. Batuk
Batuk ternyata adalah fungsi pertahanan tubuh yang diciptakan Allah untuk manusia, dengan bentuk respon tubuh yang cepat ketika ada benda asing yang masuk ke tubuh, khususnya bagian tenggorokan. Karenanya batuk bisa terjadi dalam keadaan sehat, sehingga bisa dikatakan `batuk menyehatkan`, dan bisa dalam keadaan sakit yang karenanya `batuk itu menyakitkan`.
Pada hidung, tenggorokan dan organ tubuh manusia terdapat reseptor yang disebut mucus yang berfungsi menangkap zat-zat asing yang menginfeksi tubuh manusia. Reseptor ini diproduksi oleh sel-sel goblet (sedang ada project penelitian microbiology mengenai sel ini). Mucus memproduksi zat mucin dan beberapa zat yang mengandung garam. Salah satu jenis mucus adalah dahak (phlegm).
Jadi, ketika ada zat asing yang bisa muncul dari asap, bau yang tajam, debu, serbuk, kotoran yang terbawa angin, dll masuk ke hidung, mucus bekerja layaknya sebagai satpam dengan membuat perangkap berupa mucin untuk menangkap zat asing tadi. Perangkap tadi berfungsi ganda selain untuk menangkap musuh, juga untuk menjaga supaya lapisan di hidung tetap basah. Kalau kotorannya lolos sampai ke tengggorokan, dia ditahan dengan produksi dahak. Karena dahak berupa lendir yang menghambat nafas, maka batuklah kita buat mengeluarkan dahak tersebut sekaligus musuh tadi. Sayangnya musuh kadang-kadang sudah melepaskan senjata pamungkasnya waktu masuk ke tenggorokan, dan kebetulan satpam-satpam yang lain di dalam tubuh kita (antibodi) sedang letoy karena `gajinya`(baca = nutrisi) kurang. Akibatnya tubuh kita meriang, demam, kemudian disusul flu, pilek, dan batuk. Biasanya kita dianjurkan untuk minum vitamin C, makan buah dan sayur, minum air putih yang banyak.
Adapun dahak yang diproduksi di tenggorokan memiliki kandungan zat kimia yang bervariasi tergantung iklim, genetik dan kondisi sistem pertahanan tubuh. Umumnya berupa larutan kental yang mengandung gel yang merupakan larutan glicoprotein, imunoglobin, lipid, dll. Warna dahak mengindikasikan parahnya gejala penyakit batuk:
1. Dahak yang sehat warnanya bening atau putih
2. Dahak berwarna kuning pertanda gejala demam batuk pilek biasa
3. Dahak berwarna hijau pertanda adanya indikasi pneumonia
4. Dahak berwarna coklat pertanda perokok berat dan pebatuk berat (:D)
5. Dahak bercampur darah pertanda TBC
Di Jepang, saya belajar cara mencegah terkena infeksi virus atau bakteri, terutama ketika pergantian musim, atau terkena flu (kaze) yaitu dengan mencuci tangan (te o arau) dan mencuci tenggorokan (ugai). Mencuci tenggorokan maksudnya memasukkan air ke mulut kemudian mendongakkan kepala, sehingga air sampai ke tenggorokan, lalu mengeluarkan bunyi `goro-goro` di tenggorokan, air tidak ditelan tetapi segera dimuntahkan (Apa ya bahasa Indonesianya….???)
Maha Suci Allah yang sudah menciptakan sistem sesempurna ini, saya yakin hewan pun mempunyainya, cuma ….saya belum pernah melihat kucing batuk atau anjing ingusan.
sumber : http://alatsar.wordpress.com/2007/03/19/batuk-oh-batuk/
Mahfud berkata,
14 September, 2007 @ 7:53 am
Maha suci allah.