Arsip untuk 1

Mengapa buka paling utama dengan kurma

:oops:

Manfaat Buah Kurma Menurut Sudut Pandang Medis Modern

MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERN

Oleh

Abu Zubair Zaki Rahmawan

Berikut ini akan kami paparkan sebagian dari manfaat dan khasiat kurma ditinjau dari sudut pandang medis modern yang sekaligus menguatkan khabar Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah tentang khasiat dan keutamaan kurma.

[1]. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Menyelesaikan Masalah Dengan Istighfar…

Menyelesaikan Masalah Dengan Istighfar…

Suatu saat 4 orang laki-laki datang kepada Hasan Al Basri secara bergantian dengan masalahnya sendiri-sendiri :

Orang Pertama datang mengadukan kekeringan yang melanda karena hujan tidak turun dari langit; Hasan Basri memberi nasihat kepada orang tersebut untuk beristigfar.

Orang Kedua datang mengadukan kemiskinan yang dideritanya; Hasan Basri-pun memberi nasihat kepada orang kedua ini untuk beristigfar.

Orang Ketiga datang mengadu karena istrinya mandul – tidak memiliki keturunan ; lagi-lagi Hasan Basri memberi nasihat kepada orang ketiga ini-pun untuk beristigfar.

Orang Keempat datang mengeluhkan kebunnya yang gersang – tidak dapat menumbuhkan tanaman ; yang terakhir inipun diberi nasihat untuk beristigfar.

Maka penasaran-lah orang yang hadir menyaksikan Hasan Basri memberi solusi yang sama untuk berbagai permasalahan yang berbeda; berkata mereka “ Kamu ini aneh Hasan Basri, semua orang yang datang, meskipun problemnya berbeda-beda solusi yang kamu berikan sama yaitu Istigfar ?.”

Hasan Basri menjawab : “Apakah kamu tidak membaca Firman Allah Ta’ala berikut”. Yang dibacanya adalah Surat Nuh Ayat 10 -12 yang artinya :

“Maka aku berkata “Mohonlah ampunan kepada tuhanmu sesungguhnya dia maha pengampun ;Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit ; Dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu; dan mengadakan kebuin-kebuh untukmu; dan mengadakan sungai-sungai untukmu “. (QS Nuh 10 – 12)

Subhanallahu, betapa mudahnya memecahkan masalah .

Komentar dimatikan

Janganlah futur wahai penuntut ilmu

Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1. Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.
2. Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.
3. Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit. [1]
Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Di antara sebab-sebab itu adalah.

Hilangnya keikhlasan.
Lemahnya ilmu syar’i.
Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.
Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
Lemahnya iman.
Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
Lemahnya pendidikan. [Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal 'Ilaaj (hal. 43-71)]

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.

Di antara obat penyakit futur adalah.

Memperbaharui keimanan. Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.
Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.
Ikhlas dan takwa.
Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).
Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
Mencari teman yang baik (shalih).
Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
Sabar dan belajar untuk sabar.
Berdo’a dan memohon pertologan Allah. [Ibid (hal. 88-119) dengan diringkas]

sumber : almanhaj.or.id

Komentar bertahan »

Inilah Ciri Ciri Rosulullah Shollolluhu ‘alaihi wa sallam

Anas bin malik ra berkata: “Abu Bakar as-Shiddik ra jika melihat Rasulullah saw datang, ia melantunkan sair:
Orang jujur, pilihan Allah, mengajak pada kebaikan
Habis gelap, terbitlah terang

Abu Hurairah ra berkata: Umar bin Khattab melantunkan syair Zuhair bin Abi Salma, (seorang Penyair Jahiliah) berisi tentang pujian pada Harim bin Sinan:
Andai boleh kuserupakan dengan benda
Kau adalah penerang di bulan purnama

Lalu Umar dan teman-teman duduknya berkata: “Itulah Rasulullah saw, tiada seorang pun menyerupainya”

Ali bin Abi Thalib berkata:
“Warna kulit Rasulullah saw putih kemerah-merahan; matanya sangat hitam; rambut dan jenggotnya sangat lebat; halus bulu dadanya; lehernya bagai teko dari perak; dari dada atas hingga pusarnya terdapat bulu yang memanjang seperti pedang, tidak terdapat bulu lain di perut dan dadanya selain itu; telapak tangan dan kakinya tebal;bila berjalan, melakukannya dengan cepat seakan-akan menuruni sebuah bukit; bila menoleh, menoleh dengan seluruh badannya; keringatnya bagai mutiara dan baunya lebih harum dari wangi minyak kasturi; tidak tinggi dan tidak pendek; tidak berkata buruk dan jahat; tak pernah aku menjumpai orang sepertinya.”

Dalam riwayat lain: “Di antara pundaknya terdapat tanda kenabian yang juga dimiliki nabi-nabi yang lain; sangat dermawan, pemaaf, jujur tutur katanya, menepati janji, lembut perangainya, mulia pergaulan, orang yang melihatnya pasti akan segan padanya, dan siapa yang bergaul dengannya pasti akan mencintainya. Yang pernah melihatnya mengatakan: tak pernah aku menjumpai orang sepertinya.”

Al-Barra’ bin Azib berkata: “Postur tubuh Rasulullah SAW sedang, dadanya bidang; rambutnya panjang hingga telinga bawah; aku melihatnya mengenakan pakaian merah, tak pernah kulihat orang setampan dia”

Ummu Ma’bad al Khuzai berkata: “Rasulullah SAW adalah sesosok lelaki yang tampan; bersinar wajahnya; baik akhlaknya; perutnya tidak gendut; tidak kecil kepalanya; hitam matanya sangat hitam; bulu matanya lebat dan lentik; suaranya berwibawa; lehernya bersih bersinar; jenggotnya lebat; alisnya tipis memanjang dan bersambung satu dengan yang lain; jika diam berwibawa; jika berbicara, tutur katanya indah; sedap dipandang dari jauh maupun dari dekat; manis bicaranya, jelas, tidak terlalu singkat dan tidak bertele-tele; bahkan seperti untaian mutiara. Postur tubuhnya sedang; tidak terlalu tinggi, atau terlalu pendek sehingga diremehkan orang lain, paling tampan diantara siapapun. Cabang diantara dua cabang; paling tampan diantara siapapun, dan terhormat. Dia memiliki para sahabat yang senantiasa bersamanya, mereka diam bila beliau berbicara, dan segera bergerak bila dia memerintahkan sesuatu. Dia tidak pernah terlihat cemberut atau menampakkan muka sebagai orang bodoh”.

Anas bin Malik al Anshari ra menyebutkan ciri-ciri Rasulullah saw dengan perkataannya: “Rasulullah saw perawakannya sedang. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Mukanya bercahaya tidak putih sekali dan tidak coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus tetapi bergelombang.”

Hind bin Abi Halah berkata: “Rasulullah SAW mulia dan dimuliakan. Mukanya bersinar seperti bulan purnama. Lebih tinggi dari orang yang sedang tingginya dan lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepalanya besar, rambutnya bergelombang, jika disisir akan tertata bagus jika dibiarkan rambutnya tidak melebihi daun telinganya. Mukanya bercahaya, keningnya lebar, alisnya tipis memanjang, lebat tidak menyambung, diantara alisnya urat yang mengeluarkan keringat ketika beliau marah. Hidungnya mancung bercahaya. Jenggotnya tebal. Hitam bola matanya sangat pekat. Pipinya rata dan halus. Mulutnya lebar, giginya putih bagus dan renggang. Memiliki bulu halus yang memanjang dari dada sampai pusar. Lehernya seperti leher boneka yang berkilau bagaikan perak. Perawakannya sedang, berbadan besar dan berisi, dada dan perutnya rata, dadanya bidang. Badannya putih terdapat bulu halus yang memanjang seperti garis dari dada sampai pusarnya, tidak terdapat bulu lain di dada dan perutnya selain itu. Tangan dan pundaknya berbulu lebat. Dadanya lebar, lengan tangannya panjang, telapak tangannya lebar. Kulit telapak tangan dan kakinya tebal. Jari-jarinya bagus, ruas jarinya lurus. Lekukan telapak kakinya dalam, bagian atas telapak kakinya sangat rata dan halus. Melangkah dan berjalan tidak cepat dan tidak pelan. Kadang berjalan cepat seakan-akan sedang menuruni bukit. Jika menoleh, menoleh dengan seluruh badannya. Selalu menundukkan pandangan, lebih sering memandang ke bawah dari pada ke atas, tatapannya lebih banyak tatapan yang memperhatikan. Menggiring para sahabatnya dan memulai salam kepada siapa saja yang ditemuinya

Komentar bertahan »

Memakmurkan masjid

Untuk menggiatkan jama’ah masjid dan anggota masyarakat ada beberapa saran yang dapat dilakukan yaitu:

  1. Menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama untuk seluruh jama’ah masjid dan masyarakat sekitar.

  2. Melontarkan ide i’tikaf di bulan Ramadhan sebagi tindak lanjut.

  3. Membuka perpustakaan umum di dalam masjid serta menyediakan ruang bacaan.

  4. Memperhatikan warga yang kesulitan dan sangat membutuhkan serta mengulurkan tangan untuk fakir miskin.

  5. Sebagai realisasinya diadakan dompet amal untuk menampung bantuan dari para donatur.

  6. Menganjurkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pemborosan dalam acara atau pesta yang mereka selenggarakan. Dan sebaiknya jika ada dana yang berlebihan disalurkan untuk kepentingan dakwah dan kemanusiaan.

  7. Memberikan hadiah setiap jangka waktu tertentu berupa kaset dan buku-buku islam yang bermanfaat.

  8. Menganjurkan jamaah masjid agar berperan dalam amar ma’ruf nahi mungkar.

  9. Menyediakan kotak saran dimasjid agar para jama’ah dapat menyampaikan usulan, pertanyaan ataupun konsultasi.

  10. Menyediakan papan informasi di masjid dengan memperhatikan penataan, penerbitan serta rutinitasnya. Hendaknya dibagi menjadi kolom-kolom beragam misalnya tentang fatwa, pendidikan, kajian serta ruang informasi umum.

  11. Dianjurkan bagi pengurus masjid untuk berperan dalam mem-bantu jamaah dalam mengatur waktu misalnya dengan membuatkan jadwal harian seorang mulim serta mensosialisasikannya.

  12. Menyelenggarakan berbagai lomba dan kuis untuk menggugah minat serta menggiatkan anak-anak dan remaja agar aktif menelaah dan meneliti berbagai persoalan.

  13. Jika memungkinkan dapat membuka biro bimbingan haji dan umrah.


Disarikan dari kutaib “Risalatul Masjid”, karya Manshur bin Abdul Aziz Al Khuraiji, Darul Ma’arij Ad Dauliyah Riyadh. Sumber : alsofwah.or.id 

Komentar bertahan »