Arsip untuk uswah

Tidur sianglah …..

Tidur sianglah barang sejenak, karena di dalam nawm al qoylullah terkandung manfaat yang besar.Yang membedakan manusia dan syetan adalah nawm al qoylullah ini, karena syetan tidak pernah siang.  berikut kami sampaikan ala medis Barokallohu fiik Oleh: Dr.Handrawan Nadesul, Dokter Umum a.. Jangan abaikan tidur siang. Tidur siang paling sedikit setengah jam, atau lebih bagus lagi bisa satu jam, terbukti meningkatkan produktivitas kerja, kesiapsiagaan tubuh, dan memulihkan mood, seperti diungkap Survey National Sleep Foundation, Washington DC baru-baru ini. Lebih 60 persen orang dewasa di Amerika tidak tidur siang, dan mereka mengalami rasa mengantuk selama bekerja. Ongkos kehilangan produktivitas kerja yang harus dibayar akibat tidak tidur siang mencapai 18 milliar dolar AS setiap tahunnya. Berbeda dengan di kebanyakan negara di Eropa, Spanyol khususnya, mereka rata-rata menyisihkan waktu untuk tidur siang. Banyak toko tutup siang hari barang beberapa jam, sebagaimana di kota-kota kecil di Jawa Tengah. Dan ternyata ada manfaatnya. Studi yang dilakukan oleh Circadian Technologies of Lexington, Mass. AS, membuktikan hasil yang sama dalam hal manfaat tidur siang. Namun mereka menyayangkan lebih separo perusahaan di AS yang tidak setuju karyawannya memperoleh tidur siang, bahkan menegur, atau memecatnya. Studi Harvard membuktikan, dibanding pekerja yang diberi tidur siang sedikitnya setengah jam, para pekerja yang tidak tidur siang terbukti laju pekerjaannya lebih lamban dibanding yang mendapat tidur siang. Terlebih untuk jenis pekerjaan yang memerlukan konsentrasi. Harus diakui bahwa tidur soal penting dalam kehidupan. Selama tidur semua fungsi organ tubuh cenderung melamban, pada saat itu sel dan jaringan yang aus dan rusak dipulihkan. Buat bisa mencapai panjang umur, durasi tidur harian seseorang ikut menentukan. Tubuh memerlukan kecukupan waktu tidur. Orang yang cukup tidur, dan tidurnya teratur, serta betul-betul tidur, lebih besar kemungkinan umur panjang dibanding yang tidak cukup tidur. Masuk akal jika tidur siang juga memberi tambahan bonus itu. Kalau Bisa Lelaplah Setengah Jam a.. Berbicara soal tidur, tentu tidak selalu sederhana urusannya untuk semua orang. Ada orang yang tidak selalu mudah tidur kapan saja di mana saja. Insomnia sejak muda bukan kasus langka. Sungguh beruntung orang yang tanpa harus ketemu bantal saja bisa tidur, di mana saja, dan lelap pula. Jadi memang secara teknis, tak selalu mungkin orang terkondisikan untuk selalu bisa tidur siang, terlebih di kantor, lantaran sudah pasti tak mungkin kalau harus pulang dulu hanya untuk tidur siang. Perlu dikondisikan agar semua karyawan bisa terlena sejenak di kantor. Buat kelompok yang gampang tidur bisa memanfaatkan waktu sependek apa pun, mungkin ketika di ruang tunggu, di bus, atau di meja kerja sekalipun. Namun tidak demikian buat yang kalau tidur perlu suasana khusus, dan tidak bisa tidur kalau bukan di kamar sendiri. Bukan karena lamanya tidur, tidur seseorang dikatakan berkualitas. Kualitas tidur ditentukan pula terlebih apakah kedalaman tidur tercapai. Orang cukup jeda tidur siang setengah jam jika sependek itu benar-benar penuh lelap tertidur. Artinya fase tidur REM (Rapid Eye Movement), sama bagus dan seimbangnya dengan fase tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement). Tidur yang tanpa keseimbangan kedua fase tidur itu bukan tergolong tidur berkualitas. Kendati tidurnya lama, belum tentu orang merasa sudah cukup tidur. Sehabis bangun tidur, mungkin tidak merasa bugar. Artinya kualitas tidurnya memang rendah. Jika kualitas tidur rendah, orang jadi uring-uringan selama masa terjaga, mudah tersinggung, nafsu makan menurun, konsentrasi terganggu, dan seks meningkat. Jika tidur siang pun tak berkualitas mungkin kurang ada manfaatnya. Bagi anak-anak yang masih bertumbuh, mereka membutuhkan tidur siang lebih banyak dibanding orang dewasa. Tidur siang bagi anak-anak membantu memacu tinggi badan, oleh karena selama tidur (siang) pengeluaran hormon pertumbuhan (Growth Hormone) terpacu pula, sehingga anak berpeluang untuk bertambah tinggi. Sebaliknya anak yang main sepanjang hari tanpa tidur siang, umumnya tinggi badannya tidak bertumbuh mencapai puncak optimalnya. Jangan heran kalau kebanyakan orang dewasa kota besar zaman sekarang, sosok karir, pekerja kantoran, juga ada kebiasaan tidak resmi bobo-bobo siang yang dilakukan sesudah makan siang atau dijuluki BAL (Bobo After Lunch). Namun tentu jenis tidur begini tidak boleh digolongkan sebagai tidur betulan, oleh karena memang cuma bobo-boboan, main bal-balan, entah dengan siapa, tak jelas di kamar mana dan punya siapa pula

Komentar bertahan »